RSS

Kepala Sekolah

Kepala Sekolah

Saat ini Kepala Sekolah dijabat oleh DR Sofyan Hidayat, M.Pd mulai tanggal  01 Nopember 2012, walau acara serah terima jabatan baru dilakukan tanggal 13 Nopember 2012 yang diadakan di SMA Negeri 18 Garut, yang sebelumnya dijabat oleh Drs. H. Cucu Supena, MM.Pd. yang sekarang pindah tugas menjadi Kepala Sekolah di SMAN 13  Garut ( SMAN Limbangan )

Kepala Sekolah yang pernah bertugas di SMA Negeri 18 Garut sebelumnya berturut-turut adalah :

– Tahun 1999 s/d 2001 dipimpin oleh Bapak Drs. Sutardi Dardjuki
– Tahun 2001 s/d 2003 dipimpin oleh Bapak Drs. Iri Sahri

Drs. H. Suhendi Mardani, M.Pd.

 

– Tahun 2003 s/d 2008 dipimpin oleh Bapak Drs. Suhendi Mardani, M.Pd.

Drs. Nono Suryana, M.M

– Tahun 2008 s/d 2010 dipimpin oleh Bapak Drs. Nono Suryana, MM.

Drs. H.Cucu Supena, M.M.Pd.

-Tahun 2010 s/d 31 Oktober 2012 dipimpin oleh Bapak Drs. H. Cucu Supena, M.M.Pd.

– Tanggal 01 Nopember 2012 s/d sekarang dipimpin oleh DR Sofyan Hidayat, M.Pd.

=================================================

Wakil Kepala Sekolah

1. Wakasek Kurikulum

Drs.Suhendar, M.Pd., Wakasek Bidang Kurikulum; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada standar nasional pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Untuk memenuhi amanat Undang-undang tersebut di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan sekolah pada khususnya, SMA Negeri 1 Karangpawitan – Garut sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Melalui KTSP ini sekolah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik,  potensi, dan kebutuhan peserta didik. Untuk itu, dalam pengembangannya melibatkan seluruh warga sekolah  dengan berkoordinasi kepada pemangku kepentingan di lingkungan sekitar sekolah. Dalam dokumen ini dipaparkan tentang Kurikulum SMA Negeri 1 Karangpawitan – Garut, yang secara keseluruhan mencakup:
1. struktur dan muatan kurikulum;
2. beban belajar peserta didik;
3. kalender pendidikan;
4. silabus, dan
5. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

2. Wakasek Sarana

 

Drs Maman Sumaryaman, M.M., Wakasek Bidang Sarana dan Prasarana; SMA Negeri 18 Garut yang siap menjadi sekolah standar Nasional terus berupaya membenahi seluruh fasilitas  pendidikan. hal ini tentunya menjadi syarat utama untuk terwujudnya SSN.  Sasaran Pengadaan Sarana dan Prasarana pada Anggaran  Tahun 2008 ditujukan untuk memfasilitasi perangkat pembelajaran, Ruangan KBM, Laboratorium, Perangkat ICT, Perangkatan Kesiswaan, dan Manajemen  

3. Wakasek Kesiswaan

Wawan,S.Pd.,M.M.,Wakasek Bidang Kesiswaan;Salah satu peningkatan mutu pendidikan di sekolah adalah inovatif dan kreatifitas siswa-siswi serta konsistensi penyelenggaraan kedisiplinan di sekolah. tolak ukur penyelenggaraan kedisiplinan sekolah adalah menerapkan mekanisme reward and punishment,  diharapkan siswa-siswi mampu mengembangkan diri untuk selalu berkreatifitas yang ditopang peningkatan nilai akhlakul karimah

4. Wakasek Urusan Humas

Aam Suparman,S.Pd., Wakasek Bidang Hubungan Masyarakat; Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan formal mempunyai tugas dan kewajiban mendidik siswa agar terwujud manusia-manusia Indonesia yang cerdas, utuh, kreatif, produktif, terampil dan mampu hidup dalam masyarakat yang sarat dengan produk-produk teknologi modern, sesuai dengan yang digariskan oleh Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003, tentang Tujuan Pendidikan Nasional.

 
Agar tujuan pendidikan tersebut dapat dicapai, maka perlu diupayakan adanya perbaikan dan peningkatan dalam pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran terjadi hubungan timbale balik antara siswa, guru, Kurikulum dan sarana prasarana. Suatu kegiatan pembelajaran dapat berjalan efektif apabila keempat komponen di atas dapat saling mendukung.

Sejalan dengan itu perlu dikembangkan iklim belajar mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta sikap dan prilaku yang inovatif dan kreatif. Dengan demikian, pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia yang dapat membangun dirinya sendiri, bertanggung jawab terhadap pembangunan bangsa, serta memiliki daya saing yang tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam rangka pembenahan pembelajaran sebagaimana tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Kurikulum 2006), sekolah dirasakan belum benar-benar mampu melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Beberapa kendala yang dihadapi sekolah dalam penerapan prinsip-prinsip pembelajaran tersebut, terutama ketika sekolah dihadapkan peda tuntutan kompetensi guru, sarana dan prasarana pembelajaran siswa yang kurang memadai, lingkungan kerja di sekolah yang kurang mendukung, dan banyak lagi lainnya.

Untuk memfasilitasi kreativitas lapangan dalam mengembangkan model pembelajaran sesuai dengan KTSP, Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional melalui dana dekon Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat tahun pelajaran 2008/2009 memberi wadah bagi SMA untuk mengembangkan SMA yang berstandar nasional.

Salah satu tujuan pengembangan SMA berstandar nasional dimaksud sebagai usaha pembekalan SMA untuk memasuki era globalisasi/ perdagangan bebas yang menuntut kemampuan bersaing institusi yang lebih besar baik di tingkat nasional maupun internasional.

SMA Negeri 1 Krangpawitan merupakan salah satu SMA di Kabupaten Garut yang Insya Allah akan siap dalam menghadapi tantangan di atas. Oleh sebab itu, kami jajaran SMA Negeri 1 Karangpawitan memberanikan diri mangajukan untuk dikategorikan pengembangan SMA yang berstandar nasional maupun internasional.

 

6 responses to “Kepala Sekolah

  1. Taufik

    17 September 2009 at 08:42

    boleh minta logo sekolahnya ga?
    format jpg, gif.

    tolong di bals.

     
    • sman1karangpawitangrt

      24 November 2009 at 02:52

      Logo SMAN 18 Garut tinggal Save ficture as dari Blog ini. Thank!

       
  2. kax's thea

    10 Agustus 2010 at 03:56

    Pak saya lagi PPL di SMA 1 Sukawening tolong minta kalender pendidikan nya ? yang th 2010-2011. minta bantuannya ya pak………….

     
    • sman1karangpawitangrt

      25 September 2010 at 14:12

      maaf belum bisa ditampilkan, tapi kalau ada perlu sebaiknya datang ke sekolah sambil silaturrahmi.OK

       
  3. wawenk

    10 Desember 2010 at 17:26

    saya minta bantuan, saya saudaranya anggia maharani kelas 3ips. tolong lebih diperhatikan lagi.

     
  4. Rini Indriani

    26 Maret 2011 at 04:28

    Wah, kangen sama Bapak/Ibu guru,,,

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: