RSS

PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

07 Sep

Sayup-sayup diantara kerumunan orang terdengar samar membicarakan moral anak jaman sekarang. Ada yang mengatakan “jaman saya dulu, kalau melihat guru lewat kami semua sangat menghormati dan berusaha untuk sopan dan santun”. Tapi sopan santun ini sekarang sudah mulai luntur. Apa penyebabnya? Banyak yang menyalahkan orang tua, ada juga yang menyalahkan lingkungan, ada juga yang menyalahkan guru sekolahnya.
Kita tahu bahwa karakter manusia itu berbeda-beda. Begitu juga karakter orang tua, masyarakat lingkungan, maupun guru. Ada orang tua yang peduli terhadap pendidikan anaknya, namun tidak sedikit orang tua yang pasrah “BONGKO’AN” kepada gurunya. Kalau dalam kehidupan masyarakat pada umumnya apatis terhadap pendidikan anak orang lain. Sedangkan guru pada umumnya sebagai pendidik tentu akan mendidik anak didiknya dengan baik. Tapi tidak menutup kemungkinan ada guru yang kurang baik, misalnya kurang disiplin (sering telat/ sering tidak masuk dengan alasan sakit meskipun tidak sakit/ sering ijin karena mendapatkan menghasilan yang lebih besar dari tempat ngajarnya dan masih banyak ketidakdisipilnan guru yang tidak patut dicontohkan dalam dunia pendidikan). Tindakan kurang baik yang kadang dilakukan guru antara lain kurang bisa menjaga omongan dalam situasi emosi, ngeledek siswa sampai keterlaluan sehingga ditiru siswa lain untuk ngledek temennya. Kalau kata pak Ustadz “MANGKANA YUKMINUBILLAHI WAL YAUMIL AKHIR FALYAKUL KHOIRO AULIYASMUT” yang artinya kira-kira demikian: barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yang baik atau diam. Kata pak Ustadz ini mungkin perlu ditiru bagi seorang guru sehingga siswanya tidak ada yang kecewa karena ucapan guru.

Pemerintah ternyata memang tanggap terhadap pendidikan. Terbukti diklat pendidikan karakter bangsa saat ini sedang digalakkan. Dengan harapan guru di Indonesia ini menjadi guru yang baik. Guru dapat memahami kelebihan dan kekurangan semua siswanya, sehingga tahu apa yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan potensi anak didiknya. Mulai dari menganalisis SK dan KD, mengembangkan indikator dan tujuan belajar hingga mengembangkan silabus, dan menyususn RPP semua harus berkarakter bangsa! Seandainya pendidikan karakter bangsa (PENDIKAR) ini berhasil, betapa indahnya kehidupan saat itu. semua orang akan relegius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, cinta dami, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab, dan masih banyak nilai karakter yang dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Semoga Pendidikan di ndonesia semakin Maju……….!!!! biar tidak dikatain “DEGRADASI MORAL

Sumber : http://edukasikarjono.com/2011/pendidikan-karakter-bangsa/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 September 2011 in Pendidikan

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: