RSS

Mendikbud: UN Akan Tetap Dilaksanakan – KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, meski ada tuntutan pemerintah untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung terkait ujian nasional (UN), ujian itu akan tetap dilaksanakan.

“UN sekarang kan berbeda dengan UN pada saat digugat ke Mahkamah Agung (MA). Maka, kami tetap laksanakan karena telah dievaluasi dan diperbarui kapasitasnya,” kata Nuh, Rabu (21/3/2012) di Jakarta.

Ia menjelaskan, gugatan UN di MA terjadi beberapa tahun lalu. Setelah memasuki proses pengadilan, pada akhirnya lahirlah keputusan MA tentang UN. “Sampai saat ini kami terus berupaya memenuhi keputusan itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, putusan MA tentang UN meminta pemerintah meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana, serta akses informasi yang lengkap di seluruh Indonesia sebelum mengeluarkan kebijakan untuk melaksanakan UN.

Seperti diberitakan, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Albert Hasibuan; dan anggota Watimpres Bidang Pendidikan, Meutia Hatta; akan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melaksanakan putusan MA terkait pelaksanaan UN.

 
Leave a comment

Posted by pada 21 Maret 2012 in Berita, Pendidikan, Ujian

 

SMAN 18 Garut, Didukung Dedikasi Kinerja Seluruh Pengelola

SMAN 18 Garut, Didukung Dedikasi Kinerja Seluruh Pengelola.

SMAN 18 Garut, Didukung Dedikasi Kinerja Seluruh Pengelola

foto : ist

Garut News ( Sabtu, 4/2 ).

Perkembangan beragam prestasi siswa SMAN 18 Garut di Kecamatan Karangpawitan selama ini, bisa diwujudkan dengan dukungan maksimal semangat dedikasi seluruh pengelolanya.

Sehingga dari seluruh 932 murid lembaga pendidikan formal ini, banyak berhasil meraih beragam prestasi ekstra kurikulum maupun prestasi akademik, ungkap Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wawan, S.Pd, MM kepada Garut News, Sabtu.

”Semangat pengelola, mulai petugas kebersihan, penjaga sekolah, tenaga kependidikan juga para staf pengajar hingga Unsur Pimpinan, potensi yang dipastikan bisa membawa SMAN 18 Garut maju dan berkembang,” katanya.

Sehingga pada 2012 ini, antara lain melaksanakan program unggulan berupa peningkatan kualitas pembelajaran langsung di kelas, serta penguatan kualitas Kelompok ”Karya Ilmiah Remaja” (KIR).

Selain itu, lebih meningkatkan prestasi siswa di bidang olahraga, termasuk Pembinaan Pramuka, LBB juga olahraga bela diri Boxer, ujar wawan.

Sedangkan prestasi murid yang selama ini diraihnya, antara lain juara harapan I dan II tingkat nasional pada lomba karate diselenggarakan ”Bandung Karate Club” (BKC), kemudian juara II lomba pidato berbahasa Inggris digelar PMI Garut.

Disusul meraih kategori ”B” lomba PMR juga diselenggarakan PMI Garut, juara III lomba pidato bahasa Sunda tingkat kabupaten, juara harapan II rampak sekar, juara II pada festival seni musik tradisional digelar Asgar Muda.

Selanjutnya juara II LBB digelar PPI Kabupaten Garut, juara I tingkat kabupaten dan juara harapan II tingkat provinsi pada pasanggiri sastra dan seni Sunda (dongeng Sunda), juara II olimpiade Sains Bidang TIK tingkat kabupaten.

Juara II, III dan juara harapan I pada LBB Kwarcab Pramuka tingkat provinsi, sehingga pada 2012 diupayakan bisa meningkatkan lagi prestasi di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional.

Demikian pula pada prestasi akademis, optimis dengan beragam upaya yang baik dan sehat, dapat meraih prestasi tingkat kabupaten, provinsi serta nasional, khususnya pada olimpiade matematika, fisika, kimia serta biologi, tutur Wawan, menambahkan. ***(John).

 
Leave a comment

Posted by pada 8 Februari 2012 in Pendidikan

 

PEDOMAN OPERASIONAL STANDAR (POS) UJIAN NASIONAL TAHUN 2012

Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2011/2012 sudah dipastikan digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta.

 

Ujian Nasional untuk tingkat SMA/MA/SMK akan dilaksanakan pada tanggal 16 – 19 April 2012 dan UN Susulan pada tanggal 23 – 26 April 2012. Sedangkan untuk tingkat SMP/MTs akan dilaksanakan tanggal 23 – 26 April 2012 dan Ujian Susulan pada tanggal 30 April – 4 Mei 2012.

 

Peraturan-peraturan yang berlaku pada tahun pelajaran ini tidak akan jauh beda dengan ujian tahun lalu yaitu jumlah paket soal tetap 5 paket soal hanya yang berubah adalah percetakan soal dimana pencetakan soal akan terpusat dan ditangani oleh pemerintah pusat tidak lagi diberikan wewenang kepada provinsi.

Sementara itu Peraturan Menteri dan POS UN Tahun Pelajaran 2011/2012 belum juga keluar, semoga dalam waktu dekat dapat keluar. Yang harus dilakukan sekolah pada saat ini adalah persiapan diantaranya sekolah harus mempersiapkan pengolahan nilai sekolah.

Selengkapnya klik link di bawah ini, makasih yaaaaaaaaa……..

PEDOMAN OPERASIONAL STANDAR (POS) UJIAN NASIONAL TAHUN 2012 « BLOG GURU MATEMATIKA.

 
Leave a comment

Posted by pada 10 Desember 2011 in Berita, Pendidikan, Ujian

 

Kebijakan UN 2012 Tidak Berubah

Kebijakan UN 2012 Tidak Berubah | linkpendidikan.com. Klik untuk tulisan aslinya.

JAKARTA, – Meski menjadi perdebatan banyak pihak, kebijakan mengenai ujian nasional (UN) tahun 2012 tidak akan berubah. Kepala Balitbang Kemdiknas, Khairil Anwar menyatakan, kebijakan UN tidak akan berubah dan belum ada arahan dari Mendiknas untuk melakukan perubahan kebijakan UN.

“Kebijakan UN sebagai penentu kelulusan tidak akan berubah dengan porsi 60:40, namun secara teknis akan terus disempurnakan dan juga akan kita kaji mengenai tingkat kesulitan soal, distribusi dan pengamanannya,” kata Khairil, di Jakarta, Jumat (23/9/2011).

Namun, untuk menjamin kualitas UN agar mengalami peningkatan kualitas setiap tahunnya, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional (Balitbang Kemdiknas) bekerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menggelar lokakarya nasional dengan tema “Manajemen Penyelenggaraan Ujian Nasional 2012: Peningkatan Kualitas, Akseptabilitas, dan Kredibilitas Ujian Nasional”.

Lokakarya nasional ini digelar di Bogor selama tiga hari, 23-25 September 2011, dan dihadiri oleh seluruh pihak terkait, seperti seluruh Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia, perwakilan guru, komite sekolah, dewan pendidikan dan lain sebagainya.

“Lokakarya ini merupakan forum diskusi perumusan untuk UN yang lebih baik. Karena UN ini sendiri mendapat dukungan beragam pihak,” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal,  saat membuka lokakarya tersebut, Jumat (23/9/2011) di Kantor Pusat Kemdiknas, Jakarta.

Fasli menjaskan, dalam lokakarya ini, secara khusus akan dibicarakan mengenai evaluasi UN sebelumnya, memperbaiki organisasi, manajemen, dan mekanisme penyelenggaraan UN tahun depan.

“Ini untuk mendapatkan hasil ujian yang berkualitas, kredibel dan acceptable. Juga mampu meningkatkan kejujuran,” ujar Fasli.

kompas-edu

 
Leave a comment

Posted by pada 10 Desember 2011 in Berita, Pendidikan, Ujian

 

Pembagian, Anjuran dan Hikmah berkurban

Sebagian generasi terdahulu yang sholeh lebih menyukai membagi kurban menjadi tiga bagian yaitu sebagian untuk diri sendiri, sepertiga untuk hadiah orang-orang mampu dan sepertiga lagi shadaqah untuk fuqara. (Tafsir Ibnu Katsir, 3/300).

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Maka makanlah sebagiannya (dan sebagian lagi) berikalah untuk dimakan orang-orang sengsara lagi fakir.” (QS: Al-Hajj: 28)
“Maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” (QS: Al-Hajj: 36).

Anjuran bagi pengorban

Bila seseorang ingin berkurban dan memasuki bulan Dzulhijjah maka baginya agar tidak memotongi mengambil rambut, kuku, atau kulitnya sampai dia penyembelih binatangnya, karena hadits Ummu Salamah Radhiallaahu anha. bahwa Rasululloh ShallAllohu alaihi wasalam bersabda, yang artinya: “Bila masuk hari-hari sepuluh Dzulhijjah sedang seseorang dari kalian hendak berkurban maka dia harus manjaga rambut dan kuku-kukunya.” (HR: Ahmad dan Muslim)

Dalam satu lafad lagi, yang artinya: “Maka janganlah dia memotong rambut dan kulit (kuku-kuku) sedikitpun sampai dia berkurban.”

Jika seseorang niat berkurban pada pertengahan hari-hari sepuluh itu maka dia menahan hal itu sejak saat niatnya, dan dia tidak berdosa terhadap hal-hal yang terjadi pada saat-saat sebelum niat.

Bagi keluarga yang akan berkurban dibolehkan memotong rambut dari tubuh, kuku atau kulit mereka (sebab larangan ini hanya ditujukan bagi yang berkurban saja dan hanya sunnah untuk dijauhi). Sehingga bila ada kepentingan kesehatan maka boleh memotong.

Hikmah Kurban

  • Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim yang taat dan tegar melaksanakan kurban atas perintah Alloh Subhanahu wa Ta’ala meskipun harus kehilangan putra satu-satunya yang didambakan (QS: As-Shaf: 102-107)
  • Menegakkan syiar Dinul Islam dengan merayakan Iedul Adhha secara bersamaan dan saling tolong menolong dalam kebaikan(QS.:Al-Hajj: 36)  Rasululloh ShallAllohu alaihi wasalam bersabda, yang artinya: “Hari-hari tasyrik adalah hari-hari makan, minum dan dzikir kepada Alloh Azza wajalla.” (HR: Muslim dalam Maktashar No. 623)
  • Bersyukur kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat-nikmatNya, maka mengalirkan darah binatang kurban ini termasuk syukur dan ketaatan dengan satu bentuk taqarrub yang khusus (QS: Al-Hajj: 34). Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Alloh Subhanahu wa Ta’ala terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Alloh kepada mereka, maka Ilahmu ialah Ilah Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Alloh). (QS: Al-Hajj: 34)

Di hari-hari itu juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal shalih, kebaikan dan kemasyarakatan, seperti bersilaturahmi, berkunjung sanak kerabat, menjaga diri dari rasa iri, dengki, mendongkol maupun amarah, hendaklah menjaga kebersihan hati, menyantuni fakir miskin, anak yatim, orang-orang yang terlilit kekurangan dan kesulitan.

Namun bagi orang yang akan bekurban tidak harus meniru orang yang sedang ihram sampai tidak: memakai minyak wangi, bersetubuh, bercumbu (suami istri), melangsungkan akad nikah, berburu binatang dll. Sebab yang demikian itu tidak ada tuntunan dari Rasululloh ShallAllohu alaihi wasalam. Namun Hendaklah kita menegakkan syiar agama Alloh ini dengan amal shalih, amar ma’ruf dan nahi munkar dengan cara yang penuh hikmah, hendaklah setiap kita menggunakan kemampuan, keahlian, kedudukan dan segala nikmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala dengan sesungguhnya bersyukur dalam menegakkan ajaran dan syiar Dienullah Islam.

Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing kita kepada cinta dan keridhaanNya. Amin.

(Sumber Rujukan: Min Ahkamil Udhiyyah, Asy-Syaikh Al-Utsaimin) dari: http://arsipmoslem.wordpress.com/2007/02/25/pembagian-anjuran-dan-hikmah-berkurban/

 
Leave a comment

Posted by pada 31 Oktober 2011 in Agama, Pendidikan

 

WORKSHOP SMAN 18 GARUT 2011

Aula Hotel Fortuna Pangandaran

Kegiatan Workshop Guru-guru SMA Negeri 18 Garut agak lain untuk tahun ini, dilaksanakan di luar sekolah, yaitu pengambil lokasi di Hotel Fortuna Pangandaran. Acara tersebut berlangsung tanggal 24 s.d 25 September 2011. Dengan Tema “Kita Tingkatkan Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMAN 18 Garut” Dihadiri oleh Kepala Sekolah, Komite, guru-guru dan staf TAS, pengawas pembina dari disdik Kabupaten Garut dan Fasilitator disdik Propinsi Jawa Barat.

 

Kepala SMAN 18 Garut

Pemateri siap menyampaikan materi workshop, dipimpin moderator Deden Wahyudin,M.Pd.

Pokok pembahasan pada acara tersebut diantaranya tentang penyusunan administrasi mengajar berbasis karakter, lesson study, dan beberapa kebijakan baik dinas pendidikan kabupaten Garut maupun kebijakan dinas pendidikan Propinsi Jawa Barat.

Workshop dibuka oleh Kepala SMA Negeri 18 Garut Bapak Drs. H. Cucu Supena, M.M.Pd., kemudian disusul dengan sambutan Ketua Komite SMA Negeri 18 Garut Bapak Drs. H. Kusna.

 
Leave a comment

Posted by pada 28 September 2011 in Berita, Pendidikan

 

Kaitkata: , ,

RPP Eksplorasi Elaborasi Konfirmasi (EEK) Pendidikan Karakter Bangsa (Pendikar)

Pengembangan RPP Eksplorasi Elaborasi Konfirmasi (EEK) Pendidikan Karakter Bangsa (Pendikar)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun seharusnya benar-benar dapat dilaksanakan. Oleh karena itu dalam penyusunan RPP harus ditulis secara rinci dan jelas, artinya jika RPP itu dilaksanakan oleh orang lain itu dapat dilakukan. Karena pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

1. Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a) Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran (nilai karakter yang dapat dikembangkan adalah religius, disiplin)
b) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari (nilai karakter: menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif)
c) Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai (nilai karakter: rasa ingin tahu)
d) Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
Silabus (nilai karakter: bersahabat/komunikatif, gemar membaca)

2. Kegiatan Inti

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk
mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses
eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.

a. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1. Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, berfikir logis, kreatif, kerjasama)
2. Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, kerja keras)
3. Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, peduli lingkungan)
4. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: rasa percaya diri, mandiri)
5. Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kerja keras)

b. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1. Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu, kreatif, logis)
2. Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis, saling menghargai, santun)
3. Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis)
4. Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif (contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab)
5. Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, disiplin, kerja keras, menghargai)
6. Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, bertanggung jawab, percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
7. Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
8. Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
9. Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)

c. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis)
2. Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, logis, kritis)
3. Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan (contoh nilai yang ditanamkan: memahami kelebihan dan kekurangan)
4. Memfasilitasi peserta didik untuk lebih jauh/dalam/luas memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap, antara lain dengan guru:
5. Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, santun);
6. Membantu menyelesaikan masalah (contoh nilai yang ditanamkan: peduli);
7. Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi (contoh nilai yang ditanamkan: kritis)
8. Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu)
9. Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, percaya diri).

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
1) Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, mandiri
2) Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
3) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
4) Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
5) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Sumber : http://edukasikarjono.com/2011/rpp-eksplorasi-elaborasi-konfirmasi-eek-pendidikan-karakter-bangsa-pendikar-sd-smp-dan-sma/

 
Leave a comment

Posted by pada 7 September 2011 in Pendidikan

 

Kaitkata: , , ,

PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

Sayup-sayup diantara kerumunan orang terdengar samar membicarakan moral anak jaman sekarang. Ada yang mengatakan “jaman saya dulu, kalau melihat guru lewat kami semua sangat menghormati dan berusaha untuk sopan dan santun”. Tapi sopan santun ini sekarang sudah mulai luntur. Apa penyebabnya? Banyak yang menyalahkan orang tua, ada juga yang menyalahkan lingkungan, ada juga yang menyalahkan guru sekolahnya.
Kita tahu bahwa karakter manusia itu berbeda-beda. Begitu juga karakter orang tua, masyarakat lingkungan, maupun guru. Ada orang tua yang peduli terhadap pendidikan anaknya, namun tidak sedikit orang tua yang pasrah “BONGKO’AN” kepada gurunya. Kalau dalam kehidupan masyarakat pada umumnya apatis terhadap pendidikan anak orang lain. Sedangkan guru pada umumnya sebagai pendidik tentu akan mendidik anak didiknya dengan baik. Tapi tidak menutup kemungkinan ada guru yang kurang baik, misalnya kurang disiplin (sering telat/ sering tidak masuk dengan alasan sakit meskipun tidak sakit/ sering ijin karena mendapatkan menghasilan yang lebih besar dari tempat ngajarnya dan masih banyak ketidakdisipilnan guru yang tidak patut dicontohkan dalam dunia pendidikan). Tindakan kurang baik yang kadang dilakukan guru antara lain kurang bisa menjaga omongan dalam situasi emosi, ngeledek siswa sampai keterlaluan sehingga ditiru siswa lain untuk ngledek temennya. Kalau kata pak Ustadz “MANGKANA YUKMINUBILLAHI WAL YAUMIL AKHIR FALYAKUL KHOIRO AULIYASMUT” yang artinya kira-kira demikian: barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yang baik atau diam. Kata pak Ustadz ini mungkin perlu ditiru bagi seorang guru sehingga siswanya tidak ada yang kecewa karena ucapan guru.

Pemerintah ternyata memang tanggap terhadap pendidikan. Terbukti diklat pendidikan karakter bangsa saat ini sedang digalakkan. Dengan harapan guru di Indonesia ini menjadi guru yang baik. Guru dapat memahami kelebihan dan kekurangan semua siswanya, sehingga tahu apa yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan potensi anak didiknya. Mulai dari menganalisis SK dan KD, mengembangkan indikator dan tujuan belajar hingga mengembangkan silabus, dan menyususn RPP semua harus berkarakter bangsa! Seandainya pendidikan karakter bangsa (PENDIKAR) ini berhasil, betapa indahnya kehidupan saat itu. semua orang akan relegius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, cinta dami, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab, dan masih banyak nilai karakter yang dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Semoga Pendidikan di ndonesia semakin Maju……….!!!! biar tidak dikatain “DEGRADASI MORAL

Sumber : http://edukasikarjono.com/2011/pendidikan-karakter-bangsa/

 
Leave a comment

Posted by pada 7 September 2011 in Pendidikan

 

Kaitkata:

Perjusami Tahun 2010

Perjusami ( Perkemahan Jum’at-Sabtu-Minggu ) siswa baru tahun Pelajaran 2010-2011 berlangsung dari jum’at 31 Juli 2010 sampai dengan Minggu 02 Agustus 2010, bertempat di Lapang Tembak YONIF… Cibuluh Kecamatan Cikajang Garut.

Gerbang memasuki arena perkemahan

Persiapan Olah Raga Gembira

Tenda Panitia

Bagian Dapur selalu siap....menyiapkan makanan bergizi

Para Pembina Siap meminpin apel pagi

Kegiatan Olah Raga pagi diikuti seluruh peserta, panitia dan pembina

Medan Penjelajahan pagi ini disambut fajar menyingsing

Pemasangan tanda jejak penjelajahan oleh Panitia

salahsatu rintangan penjelajahan sungai

Medan penjelajahan lain

Pentas Seni-Unjuk Kebolehan oleh Peserta

Pentas Seni perwakilan peserta pria

Persiapan apel sore

Riung-Mungpulung dengan Kepsek dan Komite

Persiapan Malam Api Unggun

Api Unggun mulai dinyalakan

Api Menyala...membakar semangat generasi muda

Sampai jumpa di perkemahan tahun depan 2011-2012.

Ditulis oleh: Panji Priatna, S.Pd.

 
Leave a comment

Posted by pada 24 Juli 2011 in Ekstrakurikuler

 

Kaitkata: , ,

Masa Orientasi Peserta Didik tahun 2011/2012 SMA Negeri 18 Garut

Kepala Sekolah sedang memberikan sambutan

Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) SMA Negeri 18 Garut tahun pelajaran 2011/2012 secara resmi dibuka oleh Bapak Kepala Sekolah Drs. H. Cucu Supena, MM.Pd., Senin, 11 Juli 2011. MOPD tahun ini akan berlangsung selama sepekan, yang terdiri dari Materi Pengenalan Kurikulum, Cara Belajar Efektif, Dinamika Kelompok dan Wawasan wiyata Mandala selama 3 (tiga ) hari, ditambah pengenalan OSIS dan Kegiatan Ekstra Kurikuler selama 3 (tga) hari.

Pembukaan ditandati dengan pelepasan balon udara dan penyematan tanda peserta MOPD kepada dua wakil siswa baru peserta MOPD.

Peserta MOPD tahun 2011

Peyematan tanda peserta

Pembukaan ditandai dengan pelepasan 'balon udara'

Acara Pembukaan dihadiri oleh Bapak/Ibu Guru

Kutipan dari Media :

Mendiknas: “Masa orientasi siswa baru harus bersih dari kekerasan dan kata-kata kasar”

Kegiatan masa orientasi siswa baru tahun ajaran 2011 dan tahun-tahun selanjutnya harus bersih dari tindak kekerasan, demikian yang ditegaskan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh.

Kegiatan orientasi, yang akan dimulai Senin (11/7/2011), harus menyentuh pendidikan karakter, katanya .

Terkait hal tersebut, Mendiknas meminta kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi aksi kekerasan pada masa orientasi. Sekolah yang melanggar, akan diberikan tindakan tegas.

“Saatnya sudah tidak boleh kekerasan ditanamkan atau disemaikan di sekolah. Harus bersih dari kekerasan,” tegasnya.

Sementara itu Mendiknas berpendapat melalui pendidikan karakter, peserta didik dikenalkan dengan nilai-nilai, yakni ketuhanan, keilmuan, dan kebangsaan. Ketiga hal tersebut adalah esensi dari pendidikan karakter.

“Oleh karena itu, kegiatan apapun dalam rangka masa orientasi tidak boleh bertentangan dengan pendidikan karakter. Misalkan umpatan yang kasar atau perploncoan. Stop selesai, tidak boleh,” katanya.

Pada dasarnya kekerasan yang diajarkan pada anak akan membentuk kepribadian dan perilaku anak yang mengedepankan budaya sarkasme. Hal tersebut tidak hanya berasal dari lingkungan sekolah. Lingkungan masyarakat, keluarga, serta peran media turut berperan penting dalam penanaman budaya anarkis. Maka dari itu perlu sekali membentuk masyarakat cerdas agar pola pendidikan yang ditanamkan pun membentuk pola pendidikan yang berahklak baik.

Kegiatan di Dalam Kelas


Materi : Cara Belajar Efektif

Kutipan : Pedoman Pelaksanaan MOPD Disdik DKI Jakarta:

PRINSIP PELAKSANAAN

Pasal 2

Masa Orientasi Peserta Didik Baru dilaksanakan dengan prinsip

a. Mudah artinya MOPDB tidak menyulitkan peserta didik baru;

b. Murah artinya bahwa MOPDB dengan biaya terjangkau;

c. Meriah artinya MOPDB menyenangkan peserta didik baru;

d. Massal artinya MOPDB melibatkan semua peserta didik baru; dan

e. Mendidik artinya dilaksanakan sesuai dengan kaidah pendidikan;

Panitia OSIS siap melaksanakan tugas

Semoga berjalan dengan sukses

TUJUAN

Pasal 4

(1) MOPDB bertujuan memberikan kesan positif dan menyenangkan kepada peserta didik baru tentang lingkungan sekolahnya.

(2) Tujuan MOPDB sebagaimana dimaksud pada ayat (1), adalah :

a. membantu peserta didik baru mengenal lebih dekat dengan lingkungan sekolah, sehingga tercipta suasana edukatif yang kondusif;

b. mendorong peserta didik baru bersikap proaktif dalam mengenali guru, karyawan, dan kakak kelasnya, sehingga merasa lebih aman, nyaman dan menyenangkan berada di lingkungan sekolah;

c. membantu peserta didik baru agar mampu beradaptasi dan menyatu dengan warga sekolah dan lingkungan sekolah;

d. membantu peserta didik baru agar mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga sekolah;

e. membantu peserta didik baru agar bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah;

f. memahami lingkungan sekolah dalam rangka pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala, sehingga fungsi warga sekolah dapat mendukung terwujudnya tujuan pendidikan secara komprehensif;dan

g. memotivasi peserta didik baru agar bangga terhadap sekolahnya.

Ditulis oleh : Panji Priatna, S.Pd.

 
Leave a comment

Posted by pada 12 Juli 2011 in MOPD

 

Kaitkata: ,

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.